!-end>!-my>
suara anda
Label
RECENT POST
terdampar di RSBI???
Tenang-tenang, tuh judulnya ngasak banget sii.. maklumlah, biar laku dibaca orang. Haha..
Mungkin dulu bagi sebagian siswa yang baru masuk ke SMA NEGERI 1 WONOGIRI dibimbangkan oleh tawaran kelas program RSBI. Ada beberapa yang berpikiran “Akh, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional? Memang kalo aku masuk nanti, aku bisa mengikutinya??” Tetapi mungkin ada sebagian yang berpandangan “Waw, internasional? Kerennya, Bahasa Inggrisnya kudu pinter nii??!” dan yang lain mungkin berpendapat “Huh, apaan si RSBI-RSBI-an segala. Aya-aya ae. “ (kalo yang terakhir ini mah bahasa nasionalnya Pag JK, Wapresnya Pag SBY tahun jabatan 2004-2009 di Republik Mimpi..). dan saya masuk dalam kategori orang yang berpendapat sama dengan pendapat pertama.
Dan di sinilah kelas saya sekarang.. tarrrrraaa dua belas RSBI dua..
Kenapa sii kudu ada program RSBI?
Sekarang ini eranya sudah memasuki era globalisasi, bukan era mellinium lagi. Perkembangan IPTEK berkembang sangat pesat.. Alat transportasi sudah begitu maju, alat komunikasi pun sudah sangat canggih. Sehingga smua kegiatan dan kebutuhan dapat dilakukan dan terpenuhi dengan cepat, mudah, dan effisien. Hampir tidak ada batasan ruang dan waktu untuk melakukan kegiatan.
Tak dapat dipungkiri juga hal ini memberikan dampak yang buruk khususnya bagi negara yang miskin dan berkembang. Apabila negara tidak siap mengantisipasi adanya pasar global yang merupakan dampak dari era globalisasi ini, maka negara miskin dan berkembang hanya akan diperbudak oleh negara kaya. Neokolinialme pun tidak dapat terelakkan.
Begitu banyak upaya pemerintah untuk dapat meningkatkan daya saing dengan luar negeri. Peningkatan mutu produk dalam negeri ditingkatkan, yang harus didahului dengan peningkatan sumber daya manusia. Dengan sumber daya manusia yang tinggi, maka dapat menciptakan inovasi-inovasi demi kemajuan bangsa pula.
Di bidang pendidikan pun juga terkena dampak globalisasi. Jika pasar bebas sudah diterapkan bagi negara berkembang tahun 2015 nanti, maka akan semakin marak sekolah-sekolah internasional yang dibangun di Indonesia tercinta ini. Agar sekolah-sekolah asli Indonesia tetap dapat eksis di kampong halamannya sendiri, maka pemerintah mencanangkan program RSBI agar dapat mengupayakan penyetaraan sekolah negeri di Indonesia dengan dengan sekoah asing demi peningkatan mutu SDM.
Sebernernya apa sih dan bagaimana sih kelas RSBI tuh??
Kita tu sama aja ama kelas-kelas yang laen. Kalo dibandingin ama kelas program IPA mah tag jauh berbeda. Sama-sama mempelajari apa yang dipelajari anak program IPA pada umumnya. Pelajarannya pun sama persis. Kita pun merasakan jatuh bangunnya belajar. Mulai dari gag tuntas ulangan. Mengulangi pelajaran itu. Remidi lagi. Gag tuntas lagi (nah lo, kapan tuntasnya kalo begitu??). lebai.
Mungkin berbeda SPPnya kali ya plus dalam KBM-nya (Kegiatan Belajar Mengajar) diseseli menggunakan bahasa pengantar selain Bahasa Indonesia, yaitu Bahasa Inggris. Eeiiiitz. Tapi jangan dikira kemampuan Bahasa Inggris kita exellence. Bahasa Inggris kita juga gag jago-jago amat kug. Di sini kita masi dalam taraf belajar bersama. Dalam bidang TI pun kita dituntut untuk lebih menguasai menerapkan pemakaian teknologi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya Teknologi Komunikasi. Karena sekarang ini berbagai kegiatan dan kebutuhan dapat dilakukan dengan akses internet., tidak hanya sebagai sarana komunikasi
kebersamaan kita:
Mungkin dulu bagi sebagian siswa yang baru masuk ke SMA NEGERI 1 WONOGIRI dibimbangkan oleh tawaran kelas program RSBI. Ada beberapa yang berpikiran “Akh, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional? Memang kalo aku masuk nanti, aku bisa mengikutinya??” Tetapi mungkin ada sebagian yang berpandangan “Waw, internasional? Kerennya, Bahasa Inggrisnya kudu pinter nii??!” dan yang lain mungkin berpendapat “Huh, apaan si RSBI-RSBI-an segala. Aya-aya ae. “ (kalo yang terakhir ini mah bahasa nasionalnya Pag JK, Wapresnya Pag SBY tahun jabatan 2004-2009 di Republik Mimpi..). dan saya masuk dalam kategori orang yang berpendapat sama dengan pendapat pertama.
Dan di sinilah kelas saya sekarang.. tarrrrraaa dua belas RSBI dua..
Kenapa sii kudu ada program RSBI?
Sekarang ini eranya sudah memasuki era globalisasi, bukan era mellinium lagi. Perkembangan IPTEK berkembang sangat pesat.. Alat transportasi sudah begitu maju, alat komunikasi pun sudah sangat canggih. Sehingga smua kegiatan dan kebutuhan dapat dilakukan dan terpenuhi dengan cepat, mudah, dan effisien. Hampir tidak ada batasan ruang dan waktu untuk melakukan kegiatan.
Tak dapat dipungkiri juga hal ini memberikan dampak yang buruk khususnya bagi negara yang miskin dan berkembang. Apabila negara tidak siap mengantisipasi adanya pasar global yang merupakan dampak dari era globalisasi ini, maka negara miskin dan berkembang hanya akan diperbudak oleh negara kaya. Neokolinialme pun tidak dapat terelakkan.
Begitu banyak upaya pemerintah untuk dapat meningkatkan daya saing dengan luar negeri. Peningkatan mutu produk dalam negeri ditingkatkan, yang harus didahului dengan peningkatan sumber daya manusia. Dengan sumber daya manusia yang tinggi, maka dapat menciptakan inovasi-inovasi demi kemajuan bangsa pula.
Di bidang pendidikan pun juga terkena dampak globalisasi. Jika pasar bebas sudah diterapkan bagi negara berkembang tahun 2015 nanti, maka akan semakin marak sekolah-sekolah internasional yang dibangun di Indonesia tercinta ini. Agar sekolah-sekolah asli Indonesia tetap dapat eksis di kampong halamannya sendiri, maka pemerintah mencanangkan program RSBI agar dapat mengupayakan penyetaraan sekolah negeri di Indonesia dengan dengan sekoah asing demi peningkatan mutu SDM.
Sebernernya apa sih dan bagaimana sih kelas RSBI tuh??
Kita tu sama aja ama kelas-kelas yang laen. Kalo dibandingin ama kelas program IPA mah tag jauh berbeda. Sama-sama mempelajari apa yang dipelajari anak program IPA pada umumnya. Pelajarannya pun sama persis. Kita pun merasakan jatuh bangunnya belajar. Mulai dari gag tuntas ulangan. Mengulangi pelajaran itu. Remidi lagi. Gag tuntas lagi (nah lo, kapan tuntasnya kalo begitu??). lebai.
Mungkin berbeda SPPnya kali ya plus dalam KBM-nya (Kegiatan Belajar Mengajar) diseseli menggunakan bahasa pengantar selain Bahasa Indonesia, yaitu Bahasa Inggris. Eeiiiitz. Tapi jangan dikira kemampuan Bahasa Inggris kita exellence. Bahasa Inggris kita juga gag jago-jago amat kug. Di sini kita masi dalam taraf belajar bersama. Dalam bidang TI pun kita dituntut untuk lebih menguasai menerapkan pemakaian teknologi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya Teknologi Komunikasi. Karena sekarang ini berbagai kegiatan dan kebutuhan dapat dilakukan dengan akses internet., tidak hanya sebagai sarana komunikasi
kebersamaan kita:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog Anak RSBI
-
Kata kata Mario Teguh paling indah14 tahun yang lalu
-
Melacak IP Orang16 tahun yang lalu


0 komentar:
Posting Komentar