!-end>!-my>
suara anda
Label
RECENT POST
Potensi Indonesia
Indonesia adalah sebuah negara besar yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, yang begitu luas lautnya dan terhampar ribuan pulau di atasnya. Dengan demikian Indonesia memiliki banyak hal yang dapat dibanggakan di mata dunia internasional.Kekayaan alam Indonesia sudah tidak terhitung lagi, dengan keanekaragaman hayati dan kekayaan mineral yang ada.
Kekayaan Hayati di Indonesia, tak lepas dari pengaruh letak Indonesia pada garis ekuator (garis lintan 0o). Daerah disekitar ekuator mempunyai iklim tropis yang membuat, wilayah Indonesia dipenuhi oleh hewan dan tumbuhan tertentu yang hanya dapat hidup di daerah beriklim Tropis. Di daerah Sumatra, Indonesia pada jaman penjajahan Inggris ditemukan sebuah bunga langka yang dinamakan Bunga Bangkai (Raflesia arnoldi). Dan di kalimantan juga masih terus ditemukan spesies-spesies baru baik tumbuhan maupun hewan.
Dari luar Indonesia tampak sangat kaya, tapi dari dalam Indonesia tak mampu untuk menggunakan kekayaanya itu dengan baik sehingga menimbulkan kesempatan pihak lain untuk mengeruk habis semua milik Indonesia.
Ada kalanya semua itu juga dikarenakan oleh pihak pemerintah yang juga membiarkan hal itu terus terjadi. Freeport merupakan salah satu” lintah” di Indonesia. Dari pihak lain Malaysia lerus menerus berusaha melanggar batas wilayah dengan Indonesia di Kalimantan, mereka tahu wilayah itu penuh dengan minyak bumi yang siap dibor.
Untuk membuat semua potensi Indonesia menjadi terarah, diperlukan kesadaran semua masyarakat untuk memanfaatkan kekayaanan yang ada secara maksimal.
Untuk menanggulangi kepunahan kekayaan yang dimiliki, diperlukan kesadaran berlebih yang berasal dari dalam diri tiap individu untuk selalu berusaha menjaga kelestarian mereka.
arti seorang hacker
Seseorang begitu bangga apabila disebut sebagai hacker. Dengan “label” baru yang mereka sandang tentunya membuat mereka seperti orang yang sangat terkenal. Tapi apakah mereka tahu arti sebenarnya dari kata “hacker” itu????
Menurut saya hacker adalah seorang yang begitu mendalami dunia teknologi hingga setiap detailnya. Dan tentunya hacker itu sungguh mengagumkan karena dunia teknologi yang setiap detik selalu ada kemajuan. Jadi untuk benar-benar menjadi hacker diperlukan seseorang yang siap menekuni bidang teknologi setiap detiknya.
Kebanyakan orang menganggap hacker itu sama saja dengan cracker, tapi dalam kenyataanya kedua label itu sangat berbeda jauh. Berikut akan dijelaskan perbedaan keduanya.
Lalu mengapa orang yang hanya tahu secuil tentang teknologi dapat begitu bangganya mengaku sebagai hacker???
Menurut saya hacker adalah seorang yang begitu mendalami dunia teknologi hingga setiap detailnya. Dan tentunya hacker itu sungguh mengagumkan karena dunia teknologi yang setiap detik selalu ada kemajuan. Jadi untuk benar-benar menjadi hacker diperlukan seseorang yang siap menekuni bidang teknologi setiap detiknya.
Kebanyakan orang menganggap hacker itu sama saja dengan cracker, tapi dalam kenyataanya kedua label itu sangat berbeda jauh. Berikut akan dijelaskan perbedaan keduanya.
- Hacker mempunyai tujuan untuk memperbaiki jaringan yang disusupinya, sedangkan cracker merusak jaringan yang disusupinya dengan mencuri data, menghapus data, memasukkan virus dalam jaringan, dan lain-lain.
- Hacker dalam pekerjaannya mempunyai kode etik yang tidak boleh dilanggar, sedang cracker tidak memiliki aturan yang jelas dalam melakukan aksinya.
- Hacker selalu memberitahu korbannya, sementara cracker tidak pernah melakukannya.
Lalu mengapa orang yang hanya tahu secuil tentang teknologi dapat begitu bangganya mengaku sebagai hacker???
our school
SMA N 1 WONOGIRI merupakan salah satu SMA Negeri favorit di Wonogiri, menjadi favorit tentunya juga berawal dari dasar tanpa apa-apa. Dimulai dari keadaan masyarakat di sekitar Wonogiri masih kurang mengenal pendidikan. Dengan diprakarsai oleh Bapak Broto Pranoto, Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Wonogiri yang mengajak para tokoh masyarakat di Wonogiri untuk mendirikan SMA N 1 Wonogiri.
Sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 187/S.K/B/III tanggal 31 Juli 1962 maka pada tanggal 1 Agustus 1962 ditetapkan sebagai hari berdirinya SMA N 1 Wonogiri.
Pada awal berdiri SMA N 1 Wonogiri baru membuka 4 kelas untuk tahun pertama, gedung kelas masih berdinding bamboo dan menempati bekas Rumah Sakit yang terletak di kampung Sanggrahan di atas sebidang tanah seluas 6,870 m2. Kemudian tahun-tahun berikutnya gedung-gedung kelas dapat diganti dengan gedung permanen.
Sampai saat ini SMA Negeri 1 Wonogiri telah memiliki banyak fasilitas, seperti : Laboratorium (Fisika, Kimia, Biologi, dan Bahasa), Lapangan Basket dan Voli, Gedung kelas berlantai 3 dan ber-AC, Aula, Masjid dan berbagai fasilitas lain, semua fasilitas akan digunakan untuk mewujudkan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dan menjaga kepercayaan masyarakat, kualitas sekolah, dan prestasi akademik SMA Negeri 1 Wonogiri terus ditingkatkan. Sejalan dengan itu, saat ini telah diadakan pembaharuan visi dan misi SMA Negeri 1 Wonogiri.
Visi
Unggul dalam prestasi berlandaskan iman dan taqwa serta menghasilkan lulusan yang mampu bersaing pada tingkat Nasional dan Internasional.
Misi
1. Menumbuhkan penghayatan dan semangat pengamalan terhadap ajaran agama yang dianut dalam budaya bangsa sebagai sumber kearifan
2. Menumbuhkan keunggulan dan kompetitif secara intensif kepada seluruh warga sekolah
3. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara optimal yang berorientasi pada pencapaian kompetensi berstandar Nasional dan Internasional
4. Mengembangkan dan mengintensifkan hubungan sekolah dengan lembaga-lembaga pendidikan serta institusi lain yang telah memiliki reputasi nasional dan internasional
5. Menerapkan manajemen pengelolaan sekolah mengacu standar ISO 9001 tahun 2000 dengan melibatkan seluruh warga sekolah
Mempertahankan dan mengembangkan seni budaya nasional
Sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 187/S.K/B/III tanggal 31 Juli 1962 maka pada tanggal 1 Agustus 1962 ditetapkan sebagai hari berdirinya SMA N 1 Wonogiri.
Pada awal berdiri SMA N 1 Wonogiri baru membuka 4 kelas untuk tahun pertama, gedung kelas masih berdinding bamboo dan menempati bekas Rumah Sakit yang terletak di kampung Sanggrahan di atas sebidang tanah seluas 6,870 m2. Kemudian tahun-tahun berikutnya gedung-gedung kelas dapat diganti dengan gedung permanen.
Sampai saat ini SMA Negeri 1 Wonogiri telah memiliki banyak fasilitas, seperti : Laboratorium (Fisika, Kimia, Biologi, dan Bahasa), Lapangan Basket dan Voli, Gedung kelas berlantai 3 dan ber-AC, Aula, Masjid dan berbagai fasilitas lain, semua fasilitas akan digunakan untuk mewujudkan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dan menjaga kepercayaan masyarakat, kualitas sekolah, dan prestasi akademik SMA Negeri 1 Wonogiri terus ditingkatkan. Sejalan dengan itu, saat ini telah diadakan pembaharuan visi dan misi SMA Negeri 1 Wonogiri.
Visi
Unggul dalam prestasi berlandaskan iman dan taqwa serta menghasilkan lulusan yang mampu bersaing pada tingkat Nasional dan Internasional.
Misi
1. Menumbuhkan penghayatan dan semangat pengamalan terhadap ajaran agama yang dianut dalam budaya bangsa sebagai sumber kearifan
2. Menumbuhkan keunggulan dan kompetitif secara intensif kepada seluruh warga sekolah
3. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara optimal yang berorientasi pada pencapaian kompetensi berstandar Nasional dan Internasional
4. Mengembangkan dan mengintensifkan hubungan sekolah dengan lembaga-lembaga pendidikan serta institusi lain yang telah memiliki reputasi nasional dan internasional
5. Menerapkan manajemen pengelolaan sekolah mengacu standar ISO 9001 tahun 2000 dengan melibatkan seluruh warga sekolah
Mempertahankan dan mengembangkan seni budaya nasional
terdampar di RSBI???
Tenang-tenang, tuh judulnya ngasak banget sii.. maklumlah, biar laku dibaca orang. Haha..
Mungkin dulu bagi sebagian siswa yang baru masuk ke SMA NEGERI 1 WONOGIRI dibimbangkan oleh tawaran kelas program RSBI. Ada beberapa yang berpikiran “Akh, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional? Memang kalo aku masuk nanti, aku bisa mengikutinya??” Tetapi mungkin ada sebagian yang berpandangan “Waw, internasional? Kerennya, Bahasa Inggrisnya kudu pinter nii??!” dan yang lain mungkin berpendapat “Huh, apaan si RSBI-RSBI-an segala. Aya-aya ae. “ (kalo yang terakhir ini mah bahasa nasionalnya Pag JK, Wapresnya Pag SBY tahun jabatan 2004-2009 di Republik Mimpi..). dan saya masuk dalam kategori orang yang berpendapat sama dengan pendapat pertama.
Dan di sinilah kelas saya sekarang.. tarrrrraaa dua belas RSBI dua..
Kenapa sii kudu ada program RSBI?
Sekarang ini eranya sudah memasuki era globalisasi, bukan era mellinium lagi. Perkembangan IPTEK berkembang sangat pesat.. Alat transportasi sudah begitu maju, alat komunikasi pun sudah sangat canggih. Sehingga smua kegiatan dan kebutuhan dapat dilakukan dan terpenuhi dengan cepat, mudah, dan effisien. Hampir tidak ada batasan ruang dan waktu untuk melakukan kegiatan.
Tak dapat dipungkiri juga hal ini memberikan dampak yang buruk khususnya bagi negara yang miskin dan berkembang. Apabila negara tidak siap mengantisipasi adanya pasar global yang merupakan dampak dari era globalisasi ini, maka negara miskin dan berkembang hanya akan diperbudak oleh negara kaya. Neokolinialme pun tidak dapat terelakkan.
Begitu banyak upaya pemerintah untuk dapat meningkatkan daya saing dengan luar negeri. Peningkatan mutu produk dalam negeri ditingkatkan, yang harus didahului dengan peningkatan sumber daya manusia. Dengan sumber daya manusia yang tinggi, maka dapat menciptakan inovasi-inovasi demi kemajuan bangsa pula.
Di bidang pendidikan pun juga terkena dampak globalisasi. Jika pasar bebas sudah diterapkan bagi negara berkembang tahun 2015 nanti, maka akan semakin marak sekolah-sekolah internasional yang dibangun di Indonesia tercinta ini. Agar sekolah-sekolah asli Indonesia tetap dapat eksis di kampong halamannya sendiri, maka pemerintah mencanangkan program RSBI agar dapat mengupayakan penyetaraan sekolah negeri di Indonesia dengan dengan sekoah asing demi peningkatan mutu SDM.
Sebernernya apa sih dan bagaimana sih kelas RSBI tuh??
Kita tu sama aja ama kelas-kelas yang laen. Kalo dibandingin ama kelas program IPA mah tag jauh berbeda. Sama-sama mempelajari apa yang dipelajari anak program IPA pada umumnya. Pelajarannya pun sama persis. Kita pun merasakan jatuh bangunnya belajar. Mulai dari gag tuntas ulangan. Mengulangi pelajaran itu. Remidi lagi. Gag tuntas lagi (nah lo, kapan tuntasnya kalo begitu??). lebai.
Mungkin berbeda SPPnya kali ya plus dalam KBM-nya (Kegiatan Belajar Mengajar) diseseli menggunakan bahasa pengantar selain Bahasa Indonesia, yaitu Bahasa Inggris. Eeiiiitz. Tapi jangan dikira kemampuan Bahasa Inggris kita exellence. Bahasa Inggris kita juga gag jago-jago amat kug. Di sini kita masi dalam taraf belajar bersama. Dalam bidang TI pun kita dituntut untuk lebih menguasai menerapkan pemakaian teknologi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya Teknologi Komunikasi. Karena sekarang ini berbagai kegiatan dan kebutuhan dapat dilakukan dengan akses internet., tidak hanya sebagai sarana komunikasi
kebersamaan kita:
Mungkin dulu bagi sebagian siswa yang baru masuk ke SMA NEGERI 1 WONOGIRI dibimbangkan oleh tawaran kelas program RSBI. Ada beberapa yang berpikiran “Akh, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional? Memang kalo aku masuk nanti, aku bisa mengikutinya??” Tetapi mungkin ada sebagian yang berpandangan “Waw, internasional? Kerennya, Bahasa Inggrisnya kudu pinter nii??!” dan yang lain mungkin berpendapat “Huh, apaan si RSBI-RSBI-an segala. Aya-aya ae. “ (kalo yang terakhir ini mah bahasa nasionalnya Pag JK, Wapresnya Pag SBY tahun jabatan 2004-2009 di Republik Mimpi..). dan saya masuk dalam kategori orang yang berpendapat sama dengan pendapat pertama.
Dan di sinilah kelas saya sekarang.. tarrrrraaa dua belas RSBI dua..
Kenapa sii kudu ada program RSBI?
Sekarang ini eranya sudah memasuki era globalisasi, bukan era mellinium lagi. Perkembangan IPTEK berkembang sangat pesat.. Alat transportasi sudah begitu maju, alat komunikasi pun sudah sangat canggih. Sehingga smua kegiatan dan kebutuhan dapat dilakukan dan terpenuhi dengan cepat, mudah, dan effisien. Hampir tidak ada batasan ruang dan waktu untuk melakukan kegiatan.
Tak dapat dipungkiri juga hal ini memberikan dampak yang buruk khususnya bagi negara yang miskin dan berkembang. Apabila negara tidak siap mengantisipasi adanya pasar global yang merupakan dampak dari era globalisasi ini, maka negara miskin dan berkembang hanya akan diperbudak oleh negara kaya. Neokolinialme pun tidak dapat terelakkan.
Begitu banyak upaya pemerintah untuk dapat meningkatkan daya saing dengan luar negeri. Peningkatan mutu produk dalam negeri ditingkatkan, yang harus didahului dengan peningkatan sumber daya manusia. Dengan sumber daya manusia yang tinggi, maka dapat menciptakan inovasi-inovasi demi kemajuan bangsa pula.
Di bidang pendidikan pun juga terkena dampak globalisasi. Jika pasar bebas sudah diterapkan bagi negara berkembang tahun 2015 nanti, maka akan semakin marak sekolah-sekolah internasional yang dibangun di Indonesia tercinta ini. Agar sekolah-sekolah asli Indonesia tetap dapat eksis di kampong halamannya sendiri, maka pemerintah mencanangkan program RSBI agar dapat mengupayakan penyetaraan sekolah negeri di Indonesia dengan dengan sekoah asing demi peningkatan mutu SDM.
Sebernernya apa sih dan bagaimana sih kelas RSBI tuh??
Kita tu sama aja ama kelas-kelas yang laen. Kalo dibandingin ama kelas program IPA mah tag jauh berbeda. Sama-sama mempelajari apa yang dipelajari anak program IPA pada umumnya. Pelajarannya pun sama persis. Kita pun merasakan jatuh bangunnya belajar. Mulai dari gag tuntas ulangan. Mengulangi pelajaran itu. Remidi lagi. Gag tuntas lagi (nah lo, kapan tuntasnya kalo begitu??). lebai.
Mungkin berbeda SPPnya kali ya plus dalam KBM-nya (Kegiatan Belajar Mengajar) diseseli menggunakan bahasa pengantar selain Bahasa Indonesia, yaitu Bahasa Inggris. Eeiiiitz. Tapi jangan dikira kemampuan Bahasa Inggris kita exellence. Bahasa Inggris kita juga gag jago-jago amat kug. Di sini kita masi dalam taraf belajar bersama. Dalam bidang TI pun kita dituntut untuk lebih menguasai menerapkan pemakaian teknologi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya Teknologi Komunikasi. Karena sekarang ini berbagai kegiatan dan kebutuhan dapat dilakukan dengan akses internet., tidak hanya sebagai sarana komunikasi
kebersamaan kita:
KIR dimensi
KIR Dimensi adalah sebuah ektrakurikuler di SMA Negeri 1 Wonogiri yang bukan hanya sebagai ajang pengisi waktu luang siswa siswi SMA Negeri 1 Wonogiri namun juga sebagai wadah penyaluran kreativitas dan inovasi yang original namun juga kadang-kadang liar. Namun apabila diaplikasikan akan mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Salah satu contoh ide liar anak-anak KIR Dimensi adalah ketika pertama kali tercetus ide untuk mengolah biji randu yang notabene selama ini hanyalah limbah dan sering disepelekan diubah menjadi tempe yang seperti kita ketahui adalah makanan favorit masyarakat Indonesia dari kalangan bawah bahkan sampai kalangan atas sekalipun.
Berikut adalah penjelasan singkat tentang bagaimana pembuatan tempe biji randu. Pertama-tama, kita harus menyiapkan biji randu 40 gram, ragi tempe, daun pisang dan alat-alat seperti baskom, panci dan pengaduk. Setelah alat dan bahan semua siap, masukkan biji randu 40 gram ke dalam panci untuk direbus terlebih dahulu setelah sebelumnya dicuci. Selama 30 menit direbus, kemudian biji randu didinginkan dan dikupas. Setelah biji randu bersih dari kulitnya kemudian masukkan ke dalam baskom dan campur dengan ragi tempe secukupnya. Setelah ragi tempe dan biji randu tercampur semua, bungkus dengan daun pisang dan terakhir lapisi dengan kertas. Diamkan selama 36 jam. Setelah 36 jam tempe biji randu telah siap untuk diolah. Mudah bukan?
Selain tempe biji randu di atas, tim KIR DIMENSI telah berhasil menciptakan beberapa inovasi yang tidak kalah hebat. Selama kurun waktu tiga tahun KIR DIMENSI berhasil menyiptakan lebih dari tiga inovasi. Antara lain adalah nata de chasew (2006), emping dari biji durian (Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah Kabupaten Wonogiri 2007), susu kecipir (Penelitian Bappeda 2007), kecap biji randu (Penelitian Bappeda 2008) dan tempe biji randu (Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah Kabupaten Wonogiri 2008). Semua karya-karya tersebut adalah murni karya anak-anak KIR DIMENSI yang patut diacungi jempol. Hal itu terbukti dari prestasi-prestasi yang ditorehkan KIR DIMENSI dalam tiga tahun terakhir ini. Bukan bermaksud sombong ya? Tapi ini untuk memacu temen-temen biar ikut berprestasi juga seperti KIR DIMENSI.
Nah, untuk temen-temen yang mau gabung sama KIR DIMENSI ayo-ayo aja buruan. Gimana sih cara gabungnya? Temen-temen tinggal datang ke X RSBI 7 tiap hari Senin setelah pulang sekolah. Di KIR juga disediain waktu buat temen-temen yang muslim untuk beribadah dahulu selama 15 menit. Mudah kan cara gabungnya? Nunggu apa lagi? Oia, perlu diketahui di KIR DIMENSI sebenarnya bukan tempat anak-anak pintar seperti yang temen-temen persepsikan selama ini. Tapi KIR DIMENSI adalah tempat anak-anak yang mau belajar untuk menjadi pintar dan berusaha mengubah dunia dengan perbuatan kecil yang berdampak besar seperti yang udah dilakuin anak-anak KIR DIMENSI selama ini.
So, are you ready to join with us?
Berikut adalah penjelasan singkat tentang bagaimana pembuatan tempe biji randu. Pertama-tama, kita harus menyiapkan biji randu 40 gram, ragi tempe, daun pisang dan alat-alat seperti baskom, panci dan pengaduk. Setelah alat dan bahan semua siap, masukkan biji randu 40 gram ke dalam panci untuk direbus terlebih dahulu setelah sebelumnya dicuci. Selama 30 menit direbus, kemudian biji randu didinginkan dan dikupas. Setelah biji randu bersih dari kulitnya kemudian masukkan ke dalam baskom dan campur dengan ragi tempe secukupnya. Setelah ragi tempe dan biji randu tercampur semua, bungkus dengan daun pisang dan terakhir lapisi dengan kertas. Diamkan selama 36 jam. Setelah 36 jam tempe biji randu telah siap untuk diolah. Mudah bukan?
Selain tempe biji randu di atas, tim KIR DIMENSI telah berhasil menciptakan beberapa inovasi yang tidak kalah hebat. Selama kurun waktu tiga tahun KIR DIMENSI berhasil menyiptakan lebih dari tiga inovasi. Antara lain adalah nata de chasew (2006), emping dari biji durian (Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah Kabupaten Wonogiri 2007), susu kecipir (Penelitian Bappeda 2007), kecap biji randu (Penelitian Bappeda 2008) dan tempe biji randu (Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah Kabupaten Wonogiri 2008). Semua karya-karya tersebut adalah murni karya anak-anak KIR DIMENSI yang patut diacungi jempol. Hal itu terbukti dari prestasi-prestasi yang ditorehkan KIR DIMENSI dalam tiga tahun terakhir ini. Bukan bermaksud sombong ya? Tapi ini untuk memacu temen-temen biar ikut berprestasi juga seperti KIR DIMENSI.
Nah, untuk temen-temen yang mau gabung sama KIR DIMENSI ayo-ayo aja buruan. Gimana sih cara gabungnya? Temen-temen tinggal datang ke X RSBI 7 tiap hari Senin setelah pulang sekolah. Di KIR juga disediain waktu buat temen-temen yang muslim untuk beribadah dahulu selama 15 menit. Mudah kan cara gabungnya? Nunggu apa lagi? Oia, perlu diketahui di KIR DIMENSI sebenarnya bukan tempat anak-anak pintar seperti yang temen-temen persepsikan selama ini. Tapi KIR DIMENSI adalah tempat anak-anak yang mau belajar untuk menjadi pintar dan berusaha mengubah dunia dengan perbuatan kecil yang berdampak besar seperti yang udah dilakuin anak-anak KIR DIMENSI selama ini.
So, are you ready to join with us?
Langganan:
Postingan (Atom)
Blog Anak RSBI
-
Kata kata Mario Teguh paling indah14 tahun yang lalu
-
Melacak IP Orang16 tahun yang lalu






